Seberapa pentingkah tulisan ini untuk anda?

Wednesday, December 16, 2009

SOLUSI RECORDING LIVE MURAH

Selama ini kita selalu berpikir bagaimana agar budget

SOLUSI RECORDING LIVE MURAH DAN MUDAH DI BAWA KEMANAPUN

Selama ini kita sering bingung jika memikirkan efektifitas dari segala hal yang kita lakukan jika di sesuaikan antara budget dengan hasil yang di dapat, tentunya selalu ada kehawatiran akan keputusan yang kita ambil.., akankah sesuai harapan atau tidak.
Disini kita berbicara soal musik, terutama recording. Untuk band, recording merupakan sebuah pengalaman tersendiri dimana kita dapat mengabadikan hasil karya kita dalam bentuk kepingan cd ataupun pita, permasalahannya sering kali kita terbentur oleh biaya yang semakin hari semakin mahal namun didukung pula oleh kemajuan teknologi yang begitu memudahkan sekaligus dapat menekan biaya.
Ada dua pilihan metode recording yang sering kita jumpai, diantaranya ada yang berupa live record maupun multitrack record, yang disebut terahir biasanya lebih mahal, berkisar antara 350 ribu - 1juta rupiah keatas tergantung system dan fasilitas yang digunakan.
Sebenarnya semua itu harus disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk sekedar evaluasi lagu, sample, atau untuk demo dan untuk masuk industri musik.
Sebuah solusi kami tawarkan untuk yg memerlukan system recording sederhana dengan metode live record menggunakan 1 buah condenser microphone untuk overhead seluruh intrument atau drum yang alatnya mudah di bawa dan dapat dilakukan distudio musik manapun.

Keperluannya sebagai berikut :
1. Mixer min 4 ch (sesuai kebutuhan)
2. Satu buah condenser microphone
3. 1 unit komputer/netbook(untuk mobile) intel atom, ram128, hdd 40gb, 1 sdcard 16 bit (tambahan)
4. kabel rch/kombinasi serta konverter jack berikut kabel jack (sesuai kebutuhan).

Secara sederhana di gambarkan seperti di sebelah ini, condenser mic disini hanya di gunakan untuk overhead sound dari seluruh ruangan, dengan metode ini biasanya sound yang paling ditangkap adalah dari drum, sedangkan untuk instrument lain keseluruhan masuk ke mixer kecuali vocal, vocal masuk ke sdcard lain, ini dimaksudkan agar track vocal terpisah sehingga memudahkan proses editing vocal, jika kita menggunakan satu sdcard maka input yang kita pakai adalah line in, caranya adalah dengan membagi line L - R, L untuk instrument R untuk vocal.

Cara ini sebenarnya sangat sederhana dan mudah difahami jika kita langsung praktek, lebih di sarankan untuk menggunakan dua buah soundcard dan menggunakan software yang suport lebih dari 1 soundcard seperti Adobe Audition 1.5 atau lebih.

Pertama - tama tentunya kita musti menyewa studio, rangkai lah seluruh perlengkapan diatas, disini saya anggap "semua telah mengerti routing dasar penggunaan sound system", hubungkan condenser mic ke mixer yang dilajutkan menghubungkan seluruh insrument dan mic vocal melalui pre out sound box ke input mixer, hubungkan line out rec mixer dengan input PC atau Netbook anda, jalankan program DAW set up dikit, bagi dua track yang di pakai untuk condenser dan intrument lain termasuk vocal L - R sesuai selera anda kemudian langsung saja take.

Meskipun hasilnya tidak sebagus dengan cara yang lazim digunakan, setidaknya cara ini memungkinkan kita rekaman di berbagai studio dengan harga sewa seperti latihan, bermodalkan laptop, mixer kecil, condenser mic dan kabel jack yang bisa dibawa ke studio manapun.

Infest :
1. Netbook* Rp 3500.000
2. Mixer Xenix 802 Rp 800.000
3. Pencil condenser mic Rp 200.000
5. Cable, jack dll Rp 50.000

= Rp 4550.000

Ket* bisa juga menggunakan PC (jika tidak mobile)

Setidaknya itu lah yang dapat saya sampaikan, Selamat mencoba.....





Wednesday, August 26, 2009

Digital Recording Untuk Musisi Mandiri






Kurang lebih lima tahun saya terjun tanggung ke dunia musik di wilayah tempat saya tinggal, yaitu kota Banjarbaru, sejak saat itu sampai dengan sekarang ini ada lumayan banyak even-even musik baik festival maupun parade musik, tapi hingga saat ini jarang sekali ada yang mampu menyalurkan para pesertanya hingga menjadi musisi terkenal yang bertaraf nasional apalagi masuk dalam label besar.
Berbagai cara pun dilakukan para musisi di Banjarbaru agar dapat meluluskan cita-cita mereka untuk menjadi band yang populer di negeri ini, minimal di propinsi mereka. Beberapa diantaranya bahkan tidak pernah absen dalam mengikuti even musik yang terselenggara, mengikuti segala jenis festival musik bahkan beberapa diantara mereka telah merekam lagu mereka sebagai demo.
Yang jelas dari semua yang mereka lakukan di atas tidak lain karena alasan dan tujuan yang kurang lebih sama, yaitu untuk meraih kesuksesan dalam bermusik.
pertanyaannya adalah "Kapankah musisi di Kalimantan khususnya Kal-sel dapat terfasilitasi segala obsesinya untuk menjadi seniman besar" jika:
1. Jarang bahkan tidak ada produser yang mensuport,
2. Ketersediaan lembaga pendidikan yang mendukung bidang itu,
3. Apresiasi masyarakat yang mungkin sangat kurang,
4. Tidak adanya lembaga yang mendukung pemasaran karya mereka.
Hingga akhirnya mereka memilih memproduseri karya mereka sendiri dalam bentuk demo maupun album yang mereka edarkan tanpa ada suport dari label manapun(indie).
sejak saat itulah perekaman secara digital menjadi populer di Banjarbaru, tidak hanya terdapat pada studio musik saja, ada juga yang bersifat home recording dengan kualitas yang cukup bisa dipertanggung jawabkan, penggunaan sofware DAW (digital audio workstation) yang di pelajari hanya bersifat otodidak dan didapat dalam bentuk trial di internet dengan segala kekurangannya tidak menyurutkan semangat untuk berkarya, meski saat ini sudah banyak yang menggunakan program yang jauh lebih canggih dan lebih lengkap.
Semua ini mengingatkan saya saat mencoba untuk membuat sebuah rekaman dengan menggunakan pc intel pentium3, ram 128 dan hdd 20gb menggunakan soundcard onboard yang beraplikasikan Cool edit pro 1.0, saat itu tidak memiliki program seqwencer dengan plugin lengkap yang ada pada Cakewalk, Cubase, Nuendo bahkan Protool seperti sekarang ini, pembuatan patern drum dilakukan step by step dengan merekam suara drum pada keyboard ke DAW atau dengan merekam sample drum yang disusun pada Sonic foundry acid pro3, hingga akhirnya menemukan cara lain seperti aplikasi Fl studio 3.0, Acoustica beatcraft dan beberapa sofware di tahun ini, saat ini jika kita membuka mata lebar-lebar di kota ini sudah sangat banyak yang menggunakan teknologi digital recording ini di studio dan di rumah-rumah, tentunya hal ini mulai memberi manfaat besar bagi kemajuan musik di Kal-sel khususnya Banjarbaru. Dengan kondisi semacam ini tentunya akan lebih mudah bagi para musisi untuk bisa berkarya secara mandiri.